Senin, 29 Desember 2014

Viktor Frankl - Bob Sadino

Biografi Bob Sadino           
Bob Sadino lahir dengan nama Bambang Mustari Sadino, Bob Sadino atau sering dipanggil Om Bob adalah pengusaha nyentrik asal Indonesia. Saya bilang nyentrik karena sering Om Bob tampil di media cetak ataupun elektronik hanya memakai kaos dan celana pendek. Kadang-kadang dilengkapi dengan topi koboy. Berbeda dengan dandanan pengusaha pada umumnya yang lebih formal dengan memakai kemeja dan celana panjang kain. Tetapi justru inilah yang membuat Om Bob lebih gampang dikenali publik. Ia dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di HamburgJerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di KemangJakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100 . Di Indonesia, Bob Sadino bekerja sebagai karyawan di PT Unilever Indonesia. Saat menjadi karyawan, dirinya merasa ada sesuatu yang hilang. Kebebasannya, waktu luang bersama keluarga dan keinginan berekspresi lebih terkendala karena tentu saja karyawan harus patuh terhadap peraturan dan tugas dari atasan dan perusahaan.
Suatu hari, seorang temannya menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh orang asing yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton. Dari berternak ayam, setiap hari Bob dan istrinya bisa menghasilkan dan menjual telor beberapa kilogram. Karena ulet, gigh dan tekun, dalam waktu satu setengah tahun bisnis peternakannya berkembang pesat. Ia memiliki banyak pelanggan terutama ekspatriat atau orang asing yang tinggal di sekitar Kemang. Selain Om Bob tahu sedikit banyak budaya mereka, Om Bob juga fasih berbahasa Inggris karena pernah menetap di luar negeri cukup lama. Selain itu Kemang adalah kawasan pemukiman orang asing di Jakarta.
Namanya juga berdagang ada kalanya pelanggan kurang puas dengan pelayanannya tetapi Bob Sadino segera memperbaiki pelayanan mereka sehingga bisnisnya bertambah ramai. Karena itulah Om Bob pernah dimaki sebagai “babu orang asing” alias pelayan orang asing. Selain peternakan ayam, Bob Sadino juga merambah bisnis swalayan yang diberi nama Kem Chicks dengan pangsa pasar tetap orang asing sekitar Kemang. Om Bob percaya akan filosofi kesuksesan bahwa sukses tidaklah diraih secepat kilat seperti membalikkan telapak tetapi harus berproses bahkan harus berhadapan dengan kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik memperjuangkan usahanya agar terus maju dan berkembang. Uang bukanlah nomor satu yang terpenting adalah kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang serta melakukan tindakan. Begitulah prinsip Bob Sadino. 
Selain hal-hal diatas, ada satu rahasia lagi pada diri Om Bob yang membuat pelanggannya bertambah banyak dan bersimpati padanya yaitu keluwesannya dan kesabarannya dalam melayani dan mendengarkan keluh kesah pelanggan bahkan kritikan terpedas sekalipun Om Bob sangat berbesar hati menerima dan memperbaiki diri serta pelayanan.
Bisnis pasar swalayan Kem Chicks merambah ke agribisnis seperti holtikultura, mengelola dan menyediakan sayur-mayur untuk orang asing di Indonesia khususnya Kemang.       
Bob menempatkan perusahaannya seperti yang paling utama, sebuah keluarga sendiri. Semua karyawan Kem Chicks harus saling menghargai, atasan menghargai bawahan dan bawahan menghormati atasan. Tidak ada yang utama semua memiliki kekuatan dan fungsi. Bahkan office boy sekalipun sangatlah berjasa, jika tidak ada mereka maka kondisi kantor akan sangat kotor dan tidak nyaman sekali tentunya.
Selain menggeluti bisnis, Om Bob juga sangat religius. Om Bob selalu mendekatkan diri pada Alloh SWT. Ini terbukti bahwa Om Bob telah melaksanakan ibadah haji. Tetapi walau sudah haji Om Bob tetaplah berpenampilan nyentrik karena itu adalah ciri khas beliau. Beliau juga sangat menyukai musik jazz dan klasik. Waktu yang sangat beliau senangi adalah ketika shalat berjamah bersama istri dan dua anaknya.

VIKTOR FRANKL (1905-1997)
Viktor Emil Frankl dilahirkan dalam keluarga Yahudi pada tanggal 26 Maret 1905 di Austria dan meninggal dunia pada tanggal 02 September 1997 di Austria. Nilai-nilai dan kepercayaan Yahudi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Frankl. Ini pulalah yang membuat Frankl memiliki minat yang besar didalam persolan keagamaan, khususnya dalam konteks makna dari hidup. Dan merupakan seorang tokoh neurology serta psikiatri.

Berdasarkan teori Viktor Emil Franklin yang merupakan penggagas dari aliran logotherapy, dimana Viktor Frankl dipengaruhi oleh teori Eksistensial. Logotherapy merupakan gabungan dari kata logos yang berarti meaning (makna), yang berarti Logotherapy merupakan terapi yang melampaui makna. Dilihat dari diri Bob Sadino yang memiliki eksistensial yang tinggi. Di lihat dari 3 landasan filosofi yang dikemukakan oleh Viktor Frankl dimana ketiga filosofi tersebut saling berkaitan, dimulai dari The Freedom of Life – Bob Sadino yang memilih kebebasan untuk bertanggung jawab dalam hal memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Lalu di tahapan kedua The Will to Meaning – Motivasi dari diri Bob sendiri bahwa ia harus keluar dari pekerjaannya dan membuat usaha sendiri demi mencukupi kehidupannya agar lebih layak. Beliau tidak pernah berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar, ia hanya menyenangi pekerjaannya yang telah menjadi wiraswasta, dan itu timbul dari dirinya sendiri. Ditahapan ketiga yaitu The Meaning of Life – Bob yang memiliki keunikan tersendiri dalam berpakaian dan dalam memaknai hidupnya secara personal sudah sangat terpenuhi. Bisa dikatakan dalam teori Viktor Frankl, Bob Sadino telah memenuhi landasan teori tersebut. Dan yang kita ketahui, tidak ada orang yang seperti Bob Sadino.


Ref: http://en.m.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino

Kamis, 12 Juni 2014

Motivasi



1. BIOLOGICAL NEEDS
Kebanyakan motif yang timbul muncul dari kebutuhan akan sesuatu untuk kelangsungan hidupnya, seperti makanan, air, kehangatan, tidur, dan lain-lain. Ini dinamakan dengan kebutuhan primer, karena kita harus memenuhi kebutuhan primer tersebut atau kita akan mati. kebutuhan biologis adalah kebutuhan fisiologis yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan fisik kita.
1.1 Homeostatis : biological thermostat
Motif primer didasari pada kebutuhan tubuh mempertahankan kadar tertentu dari elemen-elemen penting dalam tubuh. Seperti kadar gula yang cukup dalam darah untuk memelihara sel-sel dalam tubuh, kadar air yang cukup, kadar potasium dan natrium, pengoksigenan, dan lain-lain. Kadar-kadar ini di atur oleh mekanisme homeostatis, yaitu mekanisme dalam tubuh yang menyeimbangkan dan menstimulasi aksi tubuh untuk memulihkan keseimbangannya. 
Sebuah analogi untuk menjelaskan keadaan homeostatis adalah sebuah termostat atau penghangat ruangan yang mempertahankan suhu dalam ruangan menjadi konstan. Contohnya, mengasumsikan penghangat ruangan ditetapkan pada 68 derajat Fahreheid di waktu musim dingin, alat ini pun menghangatkan ruangan hingga 68 derajat Fahrenheid, lalu kemudian alatnya berhenti menghangatkan. Tidak lama kemudian suhu ruangan kembali turun hingga lebih rendah dari 68 derajat Fahrenheid. Alat pengatur suhu mendeteksi perubahan yang terjadi dan mulai menghangatkan ruangan kembali. Siklus ini diulangi terus-menerus hingga suhu didalam ruangan dipertahankan dalam rentang terbatas. 


Respon tubuh terhadap dapat berupa reaksi internal dan perilaku terbuka. Misalnya ketika kadar air dalam tubuh kita rendah, maka akan dikirim sinyal ke ginjal untuk me-rearbsorbsi tambahan air dari urin. Pada saat bersamaan, akan dikirim sinyal ke otak yang mengarahkan kita untuk meminum air. Mekanisme homeostatis ini juga berlaku pada kondisi lapar dan pengaturan temperatur tubuh.

1.2 Kelaparan : pengaturan asupan makanan
Pusat pengaturan biologis pada rasa lapar bukanlah berada di perut. Tetapi, hipotalamuslah yang mengatur munculnya motif lapar. Hipotalamus memiliki area-area dari kelompok sel yang berbeda. Setiap kelompok sel mencakup jenis-jenis yang berbeda dari motivasi, termasuk didalamnya pengaturan rasa haus, perilaku seksual, tidur, intensitas reaksi emosi, dan pengaturan rasa lapar. Ada dua kelompok sel khusus pada hipotalamus yang memberikan efek lapar dengan cara yang berbeda, yaitu Lateral hipotalamus dan Ventrimedial hipotalamus. Lateral hipotalamus memberikan inisiatif untuk makan ketika makanan dibutuhkan, Ventromedial hipotalamus dengan sistem kekenyangan memberikan inisiatif untuk berhenti makan ketika asupan makanan sudah cukup.                 
    
                                            
                                
Lateral hipotalamus yaitu sekelompok sel otak yang menerima sinyal rasa lapar dari organ pencernaaan- rendahnya grelin, kurangnya kadar gula dalam darah, dan kurangnya kadar leptin. Lateral hipotalamus menginterpretasikan sinyal lapar dan meningkatkan nafsu makan. Contohnya, stimulasi elektrik dari lateral hipotalamus menyebabkan tikus untuk mulai makan, sementara kerusakan lateral hipotalamus akan menyebabkan tikus berhenti makan dan tidak kelaparan tanpa makanan spesial. 
Ventromedial hipotalamus yaitu sekelompok sel otak yang menerima sinyal kenyang dari organ pencernaan- mengaktifkan receptor regangan, kenaikan kadar gula darah, dan meningkatkan hormon, PYY dan CCK. Ventromedial hipotalamus menginterpretasikan sinyal kenyang dan menonaktifkan nafsu makan. Contohnya, stimulasi elektrik dari ventromedisl hipotalamus menyebabkan tikue berhenti makan, sementara kerusakan ventromedial hipotalamus akan menyebabkan tikus makan terlalu banyak dan menjadi gemuk. Dalam kondisi ini, berbagai efek kimia mempengaruhi sel hipotalamus dan mengatur nafsu makan kita pada makanan tertentu.
Bagian ketiga dari hipotalamus yang mengatur rasa lapar adalah paraventriculat nucleus, pusat yang mengaktifkan dan menonaktifkan nafsu makan dengan mengontrol kadar gula dalam darah. 
Ada tiga isyarat yang mengatur rasa lapar di keseharian dan ada dua isyarat yang mengatur berat badan dalam jangka panjang. 
1. Kontraksi perut, isyarat langsung yang mengatur rasa lapar yang datang dari perut langsung. Lateral hipotalamus dan ventromedial hipotalamus langsung mengaktifkan sistem lapar dan sistem kenyang. 
2. Kadar gula darah, hipotalamus memiliki neuron yang dapat mendeteksi kadar gula darah. Satu set reseptor gula terlatak dalam otak, memicu rasa lapar ketika kadar gula darah terlalu rendah. Sekelompok reseptor gula lain terdapat dalam liver yang menyimpan kelebihan gula dan melepasnya ke dalam darah bila diperlukan. Reseptor gula dalam liver memberi sinyal kepada otak ketika suplai gula berkurang, dan juga memberi isyarat yang membuat kita lapar. 
3. Kadar lemak, senyawa kimia bernama leptin yang terlibat dalam rasa puas. Leptin adalah sebuah protein yang dilepaskan oleh sel-sel lemak, menurunkan jumlah makanan yang diambil dan meningkatkan jumlah energi. Peran leptin dalam rasa puas makan jangka panjang ditemukan dalam serangkaian ob dalam tikus yang mengalami obesitas. Gen ob ini biasanya memproduksi leptin yang mempengaruhi dengan kuat metabolisma dan proses makan, bertindak sebagai hormon anti obesitas. Kadar leptin dikaitkan dengan berat badan, persentase lemak tubuh, danberkurangnya berat badan dalam suatu usaha diet. 

Berat badan dan Set point
Hipotalamus dan hubungannya dengan otak sangat dekat dalam mengatur rasa lapar. Cara kerja sistem ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang menentukan berat badan ada yang disebut dengan set point. Yaitu berat yang dipertahankan ketika tidak ada usaha untuk menambah atau mengurangi berat badan. Setelan ditentukan oleh jumlah lemak yang disimpan oleh tubuh. Lemak disimpan dalam sel-sel adiposa atau sel lemak. Ketika sel-sel ini diisi, anda tidak merasa lapar.
 Ketika orang bertambah berat badannya, karena faktor genetika, pola makan semasa kecil, atau karena terlalu banyak makan ketika dewasa, jumlah sel-sel lemak maningkat dan tidak dapat menyingkirkan kelebihan sel-sel lemak. Seseorang dengan berat badan normal memiliki 30 hingga 40 miliar sel lemak. Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan memiliki 80 hingga 120  miliar sel lemak. Akibatnya, individu yang memiliki kelebihan berat badan harus makan lebih banyak untuk merasa lebih puas. Beberapa penelitian mengajukan bahwa sel[sel lemak dapat diperkecil, namun tidak dapat disingkirkan.

Faktor psikologis pada rasa lapar
Meskipun rasa lapar selalu dipengaruhi oleh kebutuhan biologis, faktor psikologis juga ambil bagian dalam mengatur asupan makanan. Sejak kecil kita hanya minum susu dengan pilihan makanan yang berbeda dan itu berpengaruh dalam kehidupan kita. Orang barat terbiasa dengan santapan roti, orang indonesia terbiasa dengan makan nasi, yang beragama islam,kristen, budha, dan lain-lain terbiasa dengan makanannya masing-masing. Semua perilaku makan kita selalu dipengaruhi oleh kebiasaan yang di dapat dari prosas maturasi dan pembelajaran. Kita terbiasa dengan makanan tertentu, pada jam tertentu, pada kondisi tertentu, dan selesai makan pada waktu tertentu. Apabila kita makan tidak seperti biasanya, cenderung ada perasaan cemas atau bahkan kehilangan selera makan. Proses belajar memberikan pengaruh besar dalam menentukan apa yang kita makan, kapan kita makan, dan seberapa banyak kita makan. Jadi kita dapat mengontrol sendiri pola makan kita, dan mengatur berat badan untuk menjaga kesehatan. 

1.3 kehausan: pengaturan asupan air
Sama seperti kita harus mengkontrol asupan makanan untuk bertahan, kita juga harus mengatur asupan air. Mekanisme yang turut berperan serta dalam haus juga terdapat di hipotalamus, sama seperti lapar.
Regulasi Biologis Rasa Haus
Sistem minum dan sistem berhenti minum diatur oleh bagian yang berbeda di hipotalamus. Kerusakan pembedahan pada sistem minum mengakibatkan makhluk tersebut untuk menolak air; kerusakan pada sistem berhenti minum berakibat dalam minum yang berlebihan. Walaupun kontrol utama untuk haus menempati tempat yang sama dalam hal lapar, mereka bekerja terpisah dengan menggunakan neuro transmitter yang berbeda. Hipotalamus menggunakan tiga isyarat dalam pengaturan minum:
1. Mouth Dryness: Kekeringan dimulut adalah isyarat haus yang dimana sangat mudah untuk kita sadari. Pada tahun 1920-an, biologis, Walter Cannon mempelajari peran serta dari kekeringan mulut dalam kehausan, kali ini menggunakan dirinya sendiri sebagai subjek. Setelah meminum air dalam jumlah yang banyak dan memastika bahwa ia tidak haus lagi, dia menyuntikkan dirinya dengan obat yang menghentikan aliran liur. Dalam sekejap, ia merasa haus. Cannon menyimpulkan bahwa kekeringan mulut adalah isyarat yang mengarahkan kita kepada sensasi haus, namun ia baru sebagian dari benar. Kita sekarang tau, bahwa faktor lain juga mempunyai peran yang penting.
2. Cell Fluid Levels: Ketika jumlah air keseluruhan di dalam tubuh menurun, konsentrasi garam pada cairan tubuh meningkat. Kepentingan dari pengaturan haus adalah garam sodium yang terdapat dalam cairan diluar dari sel-sel tubuh. Menurunnya kadar air dalam cairan tubuh, walaupun hanya satu sampai dua persen saja, dapat meningkatkan konsentrasi sodium yang cukup banyak untuk mengeluarkan air dari dalam sel-sel tubuh dan membuatnya kekurangan air. Hal ini terjadi pada seluruh sel yang ada di tubuh kita, tapi ketika sel khusus tertentu dalam pusat minum di hipotalamus mengalami kekurangan air dan menyusut, mereka akan mengirim beberapa pesan untuk membenarkan situasi. Khususnya,  mereka mengirimkan sinyal kimia kepada pituitary gland, yang berada tepat dibagian bawah dari hypotalamic drink center, untuk mensekresikan antidiuretic hormone(ADH) kedalam aliran darah. Saat ADH mencapai ginjal, maka ginjal akan mengkonservasi air di dalam tubuh dengan menyerap kembali air didalam urin. Selain itu, hypotalamic center secara simultan mengirim pesan haus kepada cerebal cortex, dimana akan memulai mencari air untuk diminum.
3. Total Blood Volume: isyarat ketiga yang digunakan hipotalamus untuk mengatur haus adalah jumlah keseluruhan dari darah. Sebagaimana volume air dalam tubuh menurun, volume darah –yang sebagian besar disusun oleh air- juga ikut menurun. Menurunnya volume darah dalam tubuh, pertama kali disadari oleh ginjal. Ginjal bekerja dalam dua cara. Pertama, mereka mengakibatkan pengangkut darah untuk mengigat agar mengimbangi karena penurunan jumlah darah. Kedua, dalam rangkaian kimiawi, mereka mengakibatkan pembentukan suatu zat, angiotensin di dalam darah. Ketika angiotensin mencapai hipotalamus, pusat minum mengirim pesan haus ke cerebral cortex, yang pada akhirnya mengarahkan kita untuk mencari cairan.
Faktor Psikologis Kehausan
Faktor psikologis juga mempunyai peran serta dalam pengaturan minum, walaupun peran ini tidak mempunyai peran yang besar dibandingkan dengan lapar. Mempelajari pengaruh minuman yang kita minum dan kapan kita meminumnya. Insentif, seperti melihat segelas air, mungkin mengaktivasi rasa haus di dalam diri seseorang adapun yang tidak. Stress dan emosi juga mempunyai efek kecil dalam meminum dibanginkan memakan, kecuali minuman tersebut mengandung alkohol atau perangsang, yang dapat mengubah mood kita.



2. MOTIVASI PSIKOLOGIS
Motif psikologi adalah motif yang berhubungan dengan kebahagiaan individu dan kesejahteraan, akan tetapi bukanlah untuk bertahan hidup. Lebih dari motif primer, motif psikologi amat sangat setuju bahwa motif tersebut disebabkan oleh pengalaman. Beberapa motif psikologi dapat ditemukan di dalam setiap anggota spesies yang normal dan terlihat seperti hal yang telah dibawa dari lahir, walaupun beberapa terlihat dapat dipelajari. Pada bagian ini, kita akan melihat tiga motif psikologi, yaitu : kebutuhan akan stimulus baru, kebutuhan akan menjalin hubungan dengan yang lainnya, kebutuhan akan penghargaan ataupun prestasi.

2.1 Motivasi stimulus: mencari stimulus baru
Stimulus baru merupakan pengalaman yang baru atau berubah. Misalnya apakah kita pernah masuk kedalam sebuah rumah yang kosong atau sepi dan menghidupkan radio ataupun televisi hanya untuk membunuh kesunyian? Atau ketika kita sedang menulis sepanjang hari lalu kemudian kita akan berjalan-jalan sejenak ataupun mengobrol dengan orang lain hanya untuk mencari sedikit hiburan. Hampir kebanyakan orang dapat dengan mudah merasa bosan jika hanya terdapat sedikit stimulus dari keseluruhannya atau jika stimulus tersebut tidak berganti atau berubah. dan jika kita tidak melakukan aktifitas selama beberapa saat, kita hampir selalu mulai merasakan kebutuhan akan sebuah kegiatan.
Teori Optimal Arousal
Jika kita hanya merasakan sedikit stimulus, hal itu akan membuat kita merasa tidak senang dan akan memotivasi kita untuk menambah stimulus. Terlalu banyak stimulus juga tidak menyenangkan karena akan memotivasi kita mencari cara untuk menguranginya. 
Oleh karena itu, Level optimal arousal adalah kebutuhan nyata manusia atas suatu tingkat yang nyaman dari stimulus, yang diperoleh dengan tindakan mengurangi atau menambah stimulus tersebut.
Para psikolog telah memperkirakan bahwa setiap individu berusaha keras untuk memelihara tingkat optimal arousal di dalam system saraf. Karena ternyata kita akan merasa tidak nyaman dan senang jika berada di atas atau di bawah level optimal arousal tersebut.
Arousal berhubungan dengan formasi reticular aktivitas otak dan bagian simpatetis dari system saraf otonom. Individu dapat bertahan di level arousal yang tinggi dan rendah, tetapi dia termotivasi untuk mencapai suatu kenyamanan level optimal arousal dengan melakukan perbuatan menambah taupun mengurangi stimulus.
Arousal dan performa: hukum Yerkes-Dodson
Bukan hanya konsep motivasi arousal yang penting, hal ini juga dihubungkan dengan efisiensi dari performa atau perlakuan kita di berbagai situasi. Jika arousal terlalu rendah, performa kita akan kurang dan tidak cukup. Jika performa terlalu tinggi mungkin akan menjadi terganggu dan kacau. Seperti misalnya pemain sepak bola  bermain “warm up” dan “psych up” secara fisik dan emosi untuk mencapai level Arousal yang tinggi untuk permainan ini. Hal ini akan menjadi lebih sulit untuk melampaui level Arousal ideal yang dibutuhkan untuk olahraga yang berhubungan dengan kekuatan fisik.
2.2 Motifasi keanggotaan
Motive for affiliation atau Motif Keanggotaan adalah kebutuhan untuk bersama dengan orang lain dan untuk memiliki hubungan pribadi. Manusia adalah makhluk sosial oleh karena itu manusia pada umumnya butuh untuk memiliki kontak reguler dengan manusia lainnya.
 Kebutuhan untuk keanggotaan ada di setiap manusia normal, tetapi banyak penelitian pada pembahasan ini berpusat pada perbedaan antara individu yang memiliki tingkat motif yang berbeda. Individu yang memiliki tingkat kebutuhan keanggotaan yang tinggi, sebagai contoh, akan lebih memilih untuk bersama dengan orang lain daripada memuaskan motif atau keinginan mereka yang lainnya. Ketika ditanya untuk menampilkan tugas menulis dengan seorang rekan atau teman, individu dengan kebutuhan keanggotaan yang tinggi tetapi rendah dalam kebutuhan akan prestasi memilih untuk bekerja dengan orang lain, dengan menghiraukan seberapa kompeten teman mereka tersebut. Dan kebalikannya, individu dengan kebutuhan keanggotaan yang rendah tetapi tinggi dalam kebutuhan akan prestasi mmilih bekerja sama dengan orang yang mereka percaya akan lebih kompeten.
Dua teori telah dianjurkan untuk menjelaskan kebutuhan nyata mereka didalam keanggotaan. Beberapa percaya bahwa motivasi keanggotaan adalah suatu kebutuhan yang telah ada sejak lahir yang didasari atas seleksi alam. Manusia pada zaman batu yang memilih berburu sendiri akan lebih memiliki sedikit kemampuan dalam berburu binatang besar untuk makan dan untuk menghindari menjadi mangsa  bagi binatang lainnya, dan keseluruhannya untuk bertahan hidup, daripada manusia yang merasakan kebutuhan untuk hidup dan berburu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, kekuatan alam ini mungkin telah menyeleksi manusia dengan kebutuhan  untuk keanggotaan. Psikolog lainnya, bagaimanapun, percaya bahwa setiap manusia belajar motif untuk bersatu atau bersama-sama berdasarkan pengalaman belajar mereka masing-masing.
Karena pengalaman bayi disuapi, dibersihkan, digelitik, dijaga kehangatannya, dan bentuk positif lainnya dari lingkungan dengan kehadiran manusia yang baru lahir, kehadiran manusia lainnya mungkin menjadi “stimulus positif” berdasarkan classical conditioningTersenyum, mengangkat lengan bayi untuk memeluknya, dan sebagainya bahkan memberikan pengaruh yang menyenangkan, lalu perilaku yang menunjukkan keinginan untuk bersama akan mungkin menjadi penguatan yang positif bagi si bayi tersebut.
Motif untuk keanggotaan tersebut mungkin berhubungan dalam beberapa hal untuk keadaan yang lebih baik bahwa manusia yang saling berhubungan, berkumpul bersama, akan menerima beberapa dukungan motivasi keanggotaan yang akan muncul menjadi lebih kuat ketika kita mengalami masalah. Stanley Schachter telah menghubungkan sejumlah eksperimen didalam hubungan antara kecemasan dan kebutuhan akan keanggotaan atau persatuan. Dalam suatu jenis eksperimen, mahasiswa perempuan dibawa ke laboratorium dalam grup yang kecil. Disana mereka bertemu dengan seorang pria yang memakai jas putih yang memperkenalkan dirinya sebagai Dr.Gregor Zilstein, seorang profesor neurology dan psikiatri. Dia bercerita kepada setengah dari pertisipan penelitian  bahwa mereka akan berpartisipasi dalam sebuah eksperimen yang meliputi kejutan listrik yang menyakitkan dan mereka ditunjukkan alat kejut yang dilarang  dalam gambar latarbelakang. Dia bercerita kepada setengah dari partisipan lainnya bahwa mereka hanya akan menerima kejutan yang intensitasnya kecil, yang mereka akan alami hanya sebagai gelitikan belaka. 
Kelompok pertama dibuat jauh lebih cemas daripada kelompok kedua, seperti ditunjukkan oleh tingkat kegelisahan mereka. Kedua kelompok ini diberikan pilihan untuk menunggu sendiri di dalam ruang tunggu pribadi atau bersama-sama di dalam ruang tunggu kelompok. Seperti perkiraan Schacter, hampir dua per tiga dari subjek yang dibuat merasa cemas memilih untuk menunggu dalam kelompok, yang mengindikasikan kebutuhan atas keanggotaan yang tinggi. Bagaimana pun, hanya sepertiga dari anggota kelompok yang memiliki tingkat kecemasan yang rendah memilih untuk menunggu bersama-sama.
Pembelajaran yang berikut hampir sama menunjukkan bahwa setiap hari pengalaman yang menyakitkan,seperti kegagalan dalam tes masuk universitas, meningkatkan kita untuk bersatu dengan yang lainnya.
 Disisi lain, beberapa orang memilih untuk memiliki motivasi keanggotaan yang lebih daripada yang lainnya dibawah kebanyakan keadaan. Dan ketika kepingan tersebut jatuh,seperti ketika mereka berperang melawan kanker, mereka lebih lagi seperti mencari dukungan emosional dari anggota keluarga.
2.3 Motivasi prestasi
Motivasi prestasi merupakan kebutuhan psikologis pada manusia untuk berhasil baik disekolah, pekerjaan maupun bidang kehidupan lain. Motivasi prestasi menggambarkan kekuatan motivasi yang memungkinkan banyak orang untuk mencapai impian mereka. Orang yang berbeda akan memiliki defenisi yang berbeda dari keberhasilan dan motif yang berbeda karena ingin mencapai sukses versi mereka.
Andrew Elliot dan Marcyl Church dari Universitas Rochester telah melakukan studi yang menarik dan penting dari motivasi antara mahasiswa perguruan tinggi yang mana motivasi mengaktifkan dan mengarahkan perilaku mereka. Mereka membedakan tiga elemen kunci dalam motivasi untuk keluar dari tempat tidur, pergi ke sekolah, memperhatikan, mencatat, mengajukan pertanyaan, dan menyisihkan kegiatan untuk belajar untuk  mengikuti tes:
1. Tujuan penguasaan
 Orang dengan tujuan penguasaan yang tinggi secara intrinsik termotivasi untuk mempelajari informasi baru yang menarik. Mereka menikmati program menantang jika program tersebut membantu mereka menguasai informasi baru, dan mereka mendapatkan nilai bagus dengan belajar sedikit.

2. Tujuan pertunjukan-pendekatan
 Orang dengan tujuan kinerjpendekatan tinggi termotivasi untuk bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang lebih baik daripada yang dilaukuan siswa lain untuk mendapatkan rasa hormat dari orang lain.
3. Tujuan kinerja menghindari
 Orang dengan tujuan kinerja penghindaran tinggi termotivasi untuk bekerja keras untuk menghindari nilai buruk dari penilaian orang lain.
   Elliot dan Church  (1997) percaya bahwa mereka membawa konsekuensi yang berbedaPada awal kursus diperguruan tinggi di Psikologi kepribadiansiswa menjawab pertanyaan tentang tingkat masing-masing dari tiga jenis elemen diatas dan penelitian lebih menggunakan nilai program mereka untuk melihat seberapa baik mereka telah melakukan  tes.
Berbagai jenis motivasi prestasi dikaitkan dengan hasil yang berbeda pada akhir kursus . Siswa dengan tujuan penguasaan yang lebih tinggi dilaporkan menikmati kursus lebih di akhir  terutama  jika mereka juga rendah dalam tujuan pertunjukan - pendekatan . ini  karena  termotivasi untuk membuat nilai bagus untuk mengesankan orang lain. Siswa dengan tujuan pertunjukan  - pendekatan yang lebih tinggi membuat nilai yang lebih baik  terutama  jika mereka memiliki tujuan penguasaan yang rendah . Siswa yang memiliki nilai rendah pada tujuan pertunjukan - penghindaran dan tujuan penguasaan rendah ( mereka memiliki motivasi positif  yang sedikit  untuk mempelajari materi ) atau mereka memiliki nilai tinggi pada tujuan kinerja - penghindaran ( mereka memiliki motivasi negatif untuk mempelajari materi ). Siswa dengan tujuan kinerja - penghindaran tinggi pada awal tentu saja melaporkan bahwa mereka menikmati isi kursus kurang dari siswa lain. 
Dengan demikianuntuk memahami motivasi prestasi seseorang untuk sukses di perguruan tinggikita perlu memahami apa yang orang itu inginkan dan mengapa mereka menginginkannya.

2.4 Teori lawan-proses Solomon mengenai motif yang diperoleh
Richad solomon mengusulkan sebuah teori yang memiliki implikasi penting untuk pembelajaran motif baru, terutama orang-orang yang sulit dimengerti dengan cara lain. Mengapa beberapa orang suka bertarung dalam pertandingan karate atau parasut dari pesawat terbang?
Solomon memberikan jawaban menarik untuk pertanyaan-pertanyaan ini dengan lawan-proses motivasiSolomon menjelaskan keinginan hal-hal yang beragam seperti terjun payungobat-obatandan pecinta disfungsional melalui dua konsepa) setiap keadaan perasaan positif diikuti oleh perasaan negatif yang kontrasdan sebaliknya bsetiap perasaan-positif atau negatif yang mengalami kehilangan berturut-turut dari beberapa intensitasnya.
Contoh klasik adalah lompat parasut: pada pengalaman pertamanya seseorang akan cenderung merasa ketakutan(  negative state), sedangkan pada pengalaman berikutnya dia akan lebih berani ( positive state) dan dengan semangat menunjukkan bahwa ia telah bisa menghilangkan rasa takutnya. Sedangkan contoh yang kedua adalah mengenai seseorang yang menggunakan obat-obatan terlarang, pada pengalaman pertamanya dia akan cenderung merasa puas( positive state), sedangkan pada pengalaman berikutnya perasaan negatif cenderung lebih tinggi dibandingkan perasaan positif (negative state) yang disebabkan karena kecanduan pada obat-obatan terlarang yang ia konsumsi secara terus-menerus. 

2.5 Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. 
Perspektif behavioral menekankan arti penting dari motivasi ekstrinsik dalam prestasi ini, sedangkan pendekatan kognitif dan humanistis lebih menekankan pada arti penting dari motivasi intrinsik dalam prestasi.
Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajran yang di ujikan itu. Murid termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol. Pujian juga bisa memperkuat motivasi intrinsik murid. Ada dua jenis motivasi intrinsik:
1. Determinasi Diri dan pilihan Personal
Salah satu pandangan motivasi intrinsik yang menekankan pada determinasi diri. Dalam pandangan ini, murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal.
2. Pengalaman Optimal
Orang-orang melaporkan bahwa pengalaman optimal ini berupa perasaan senang dan bahagia yang besar. Csikszentmihalyi menggunakan istilah flow untuk mendeskripsikan pengalaman optomal dalam hidup. Dia menemukan bahwa pengalaman optimal itu kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Dia mengatakan bahwa pengalaman optimal ini terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah.



2.6 Hierarki Maslow: Menyusun Kebutuhan Terkait Motivasi
Model Maslow menempatkan kebutuhan terkait motivasi dalam hierarki dan menyatakan bahwa sebelum kebutuhan yang lebih baik atau lebih tinggi tingkatnya dapat dipenuhi, kebutuhan primer tertentu harus dipuaskan. Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut:
1. Fisiologis: rasa lapar, haus, tidur, dan seks
2. Keamanan (safety): bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
3. Cinta dan rasa memiliki: keamanan, kasih sayang, dan perhatian dari orang lain
4. Harga diri: menghargai diri sendiri
5. Aktualisasi diri: realisasi potensi diri

Kebutuhan dasar  dorongan primer: kebutuhan akan air, makanan, tidur, seks dan sebagainya. Untuk meninkatkan hierarki, seorang perama-tama harus memenuhi kebutuhan  fisiologis dasar  ini. Kebutuhan terhadap rasa aman ada di tingkat selanjutnya pada hierarki, Maslow menyatakan bahwa orang membutuhkan lingkungan yang aman, dan terlindungi agar dapat berfungsi secara efektif. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman tersusun di tingkat kebutuhan yang paling bawah. 
Setelah kebutuhan dasar di tingkat yang paling bawah dapat dipenuhi, seeorang dapat membuat pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan yang ada pada tingkat yang lebih tinggi, seperti kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, penghargaan (esteem), dan aktualisasi diri. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki meliputi kebutuhan untuk mendapatkan dan memberi afeksi serta untuk memberikan kontribusi pada anggota dari beberapa kelompok sosial. Selanjutnya, orang akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan.
 Dalam pemikiran Maslow, penghargaan berhubungan dengan kebutuhan untuk mengembangkan rasa self worth  dengan mengetahui jika orang lain mengetahui dan menghargai kompetensinya.
Setelah empat rangkaian tersebut terpenuhi, seseorang mampu untuk berusaha memnuhi kebutuhan pada level yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia. Maslow pertama kali menyatakan bahwa aktualisasi diri hanya terjadi pada beberapa individu yang terkenal, kemudian ia memperluas konsep tersebut hingga mencakup orang-orang biasa.      Sebagai contoh, orangtua yang memiliki kemampuan mengasuh dan membesarkan keluarga dengan sagat baik, seorang guru yang tahun demi tahun menciptakan lingkungan untuk memaksimalkan kesempatan siswa mencapai keberhasilan, dan serang seniman yang menyadari potensial kreatifnya.